Produk Terbaru Pilihan Anda

Proses Pemotongan Gelang dan Kalung di desa Tutul




Minggu, 22 Nov 2009 14:42:00
Kerajinan Tulang
Jember - Seorang pekerja memotong tulang sapi di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Minggu (22/11). Tulang sapi tersebut dipotong untuk digunakan kerajinan gelang dan kalung dengan harga jual mulai Rp4.000,00-Rp8.000,00/buah yang dipasarkan ke Bali. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Proses Pemotongan Gelang dan Kalung di desa Tutul




Minggu, 22 Nov 2009 14:42:00
Kerajinan Tulang
Jember - Seorang pekerja memotong tulang sapi di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Minggu (22/11). Tulang sapi tersebut dipotong untuk digunakan kerajinan gelang dan kalung dengan harga jual mulai Rp4.000,00-Rp8.000,00/buah yang dipasarkan ke Bali. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Di TTG Nasional, Jember Kirim Penghalus Kayu Aren dari Desa TUTUL

SELASA, 12 MEI 2009


Sumber : Cendana Post


JEMBER - Alat penghalus kayu aren yang digunakan sebagai finishing (tahap penghalusan) kerajinan manik-manik, sumpit dan cowek bakal diikutsertakan dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Juni 2009. 
Berkat alat itu berbagai produk kerajinan kayu aren bisa bernilai seni tinggi serta dikenal masyarakat luar Jember, bahkan luar negeri.
Kabid Teknologi Tepat Guna dan Sumber Daya Manusia (TTG dan SDM) Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Kabupaten Jember, Tombak Pramudya, mengatakan gelar TTG Nasional dimaksudkan sebagai upaya pengembangan informasi TTG dan forum penggalian serta pengembangan TTG berbasis pemberdayaan masyarkat. 
“Tujuannya untuk menggali gagasan dan pengembangan TTG sekaligus peningkatan pemberdayaan masyarakat,” bebernya.
Gelar TTG Nasional itu, bakal digelar mulai 6-10 Juni 2009 di Propinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru diikuti seluruh kabupaten di Indonesia. 
“Rencananya, acara itu akan dibuka langsung Presiden tanggal 6 Juni 2009,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu daerah daerah di Indonesia bisa tukar informasi terkait pengembangan TTG setempat. “Kesempatan itu akan digunakan oleh masyarakat sebagai medi tukar-menukar informasi pemanfaatan TTG yang dikembangkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, kendati Jember tak bisa menampilkan semua TTG tapi setidaknya, alat penghalus kayu aren sudah cukup mewakili sebagai teknik pengembangan kerajinan lokal. 
Bahkan, produk kerajinan dari TTG ini cukup dikenal masyarakat luar Jember, bahkan dunia internasional. Sebab, kerajinan manik-manik dan sumpit sudah menembus pasar dunia.
“Selain TTG alat penghalus kayu aren, kita juga akan mendemonstrasikan beberapa TTG lainnya dalam bentuk visual,” tambahnya.

TTG secara visual akan menambah wawasan masyarakat luar Jember. “Minimal harapan kami bisa menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat luas,” imbuhnya lagi.
Dia menjelaskan alat penghalus kayu aren ini banyak dimanfaatkan untuk finishing hasil kerajinan berbahan kayu aren atau kelapa (glugu, Jawa). Jenis TTG yang akan dikirim adalah dari Desa Tutul Kecamatan Balung. 

Warga di sana merakit TTG ini sendiri menggunakan dinamo dipadu bahan karet dengan tenaga dari listrik. “Untuk membuat alat tersebut tidak terlalu rumit. Masyarakat biasanya merakitnya sendiri. Maka di arena TTG Nasional kita akan demonstrasikan,” pungkasnya.kim/mc

0 komentar:

Di TTG Nasional, Jember Kirim Penghalus Kayu Aren dari Desa TUTUL

SELASA, 12 MEI 2009


Sumber : Cendana Post


JEMBER - Alat penghalus kayu aren yang digunakan sebagai finishing (tahap penghalusan) kerajinan manik-manik, sumpit dan cowek bakal diikutsertakan dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Juni 2009. 
Berkat alat itu berbagai produk kerajinan kayu aren bisa bernilai seni tinggi serta dikenal masyarakat luar Jember, bahkan luar negeri.
Kabid Teknologi Tepat Guna dan Sumber Daya Manusia (TTG dan SDM) Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Kabupaten Jember, Tombak Pramudya, mengatakan gelar TTG Nasional dimaksudkan sebagai upaya pengembangan informasi TTG dan forum penggalian serta pengembangan TTG berbasis pemberdayaan masyarkat. 
“Tujuannya untuk menggali gagasan dan pengembangan TTG sekaligus peningkatan pemberdayaan masyarakat,” bebernya.
Gelar TTG Nasional itu, bakal digelar mulai 6-10 Juni 2009 di Propinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru diikuti seluruh kabupaten di Indonesia. 
“Rencananya, acara itu akan dibuka langsung Presiden tanggal 6 Juni 2009,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu daerah daerah di Indonesia bisa tukar informasi terkait pengembangan TTG setempat. “Kesempatan itu akan digunakan oleh masyarakat sebagai medi tukar-menukar informasi pemanfaatan TTG yang dikembangkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, kendati Jember tak bisa menampilkan semua TTG tapi setidaknya, alat penghalus kayu aren sudah cukup mewakili sebagai teknik pengembangan kerajinan lokal. 
Bahkan, produk kerajinan dari TTG ini cukup dikenal masyarakat luar Jember, bahkan dunia internasional. Sebab, kerajinan manik-manik dan sumpit sudah menembus pasar dunia.
“Selain TTG alat penghalus kayu aren, kita juga akan mendemonstrasikan beberapa TTG lainnya dalam bentuk visual,” tambahnya.

TTG secara visual akan menambah wawasan masyarakat luar Jember. “Minimal harapan kami bisa menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat luas,” imbuhnya lagi.
Dia menjelaskan alat penghalus kayu aren ini banyak dimanfaatkan untuk finishing hasil kerajinan berbahan kayu aren atau kelapa (glugu, Jawa). Jenis TTG yang akan dikirim adalah dari Desa Tutul Kecamatan Balung. 

Warga di sana merakit TTG ini sendiri menggunakan dinamo dipadu bahan karet dengan tenaga dari listrik. “Untuk membuat alat tersebut tidak terlalu rumit. Masyarakat biasanya merakitnya sendiri. Maka di arena TTG Nasional kita akan demonstrasikan,” pungkasnya.kim/mc

0 komentar:

Documentasi Pembuatan Gelang Dari Tulang di Desa TUTUL


Minggu, 22 Nov 2009 14:44:03
Kerajinan Tulang
Jember - Beberapa pekerja memotong tulang di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Minggu (22/11). Tulang sapi tersebut dipotong untuk digunakan kerajinan gelang dan kalung dengan harga jual mulai Rp4.000.00-Rp8.000,00/buah yang dipasarkan ke Bali. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Documentasi Pembuatan Gelang Dari Tulang di Desa TUTUL


Minggu, 22 Nov 2009 14:44:03
Kerajinan Tulang
Jember - Beberapa pekerja memotong tulang di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Minggu (22/11). Tulang sapi tersebut dipotong untuk digunakan kerajinan gelang dan kalung dengan harga jual mulai Rp4.000.00-Rp8.000,00/buah yang dipasarkan ke Bali. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Pembuatan Tasbih di Desa TUTUL Sentra Industri Handicraft




Minggu, 22 Nov 2009 14:36:27
Kerajinan Tasbih
Jember - Sariyem (45) memberi sentuhan akhir proses pembuatan tasbih di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Jawa Timur, Minggu (22/11). Permintaan tasbih yang terbuat dari kayu kukun, santeki dan gaharu meningkat menjelang Hari Raya Iduladha dengan harga jual Rp40.000,00- Rp60.000,00/kodi yang dijual ke berbagai daerah, seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Pembuatan Tasbih di Desa TUTUL Sentra Industri Handicraft




Minggu, 22 Nov 2009 14:36:27
Kerajinan Tasbih
Jember - Sariyem (45) memberi sentuhan akhir proses pembuatan tasbih di Desa Balung Tutul, Balung, Jember, Jawa Timur, Minggu (22/11). Permintaan tasbih yang terbuat dari kayu kukun, santeki dan gaharu meningkat menjelang Hari Raya Iduladha dengan harga jual Rp40.000,00- Rp60.000,00/kodi yang dijual ke berbagai daerah, seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. FOTO ANTARA/Seno S./klw.

Order Tasbih Balung Tutul Meningkat di Musim Haji (Kokka Fukaha Kaukah koka Pukah Kauka Kok )


Market Review / Ekonomi - / Selasa, 19 Oktober 2010 09:58 WIB


Metrotvnews.com, Jember: Musim haji membawa berkah tersendiri bagi sejumlah perajin tasbih di Jember, Jawa Timur. Itu karena order tasbih meningkat hingga 100 persen. Pernik haji itu digunakan jemaah calon haji sebagai oleh-oleh untuk kerabat sesampainya di Tanah Air.

Menjelang musim haji, kesibukan tampak meningkat di sejumlah rumah industri kerajinan tasbih di Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, Jember. Maklum, order tasbih mulai meningkat sejak dua bulan terakhir hingga menjelang keberangkatan jemaah haji ke Mekkah. Tidak heran jika banyak perajin meminta karyawannya untuk bekerja lembur demi memenuhi order.

Order meningkat hingga 50 kodi setiap kali pengiriman, khususnya tasbih aneka warna. Tasbih dari Desa Balung Tutul memang banyak diminati karena lebih halus dibanding produksi daerah lain.

Tasbih dari desa itu melewati beberapa tahapan proses pembuatan, mulai dari pemotongan kayu untuk menentukan kualitas bulatan kecil sebuah tasbih hingga proses pengeringan warna. Alhasil warna tasbih tidak mudah pudar karena langsung menyerap pada kayu. Selain itu harganya pun relatif lebih murah antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu tergantung bentuk dan jenis kayu yang digunakan.

Selama ini kerajinan tasbih Balung Tutul memenuhi order dari toko dan distributor perlengkapan busana muslim di Surabaya, Semarang dan Jakarta. Pernik haji seperti kerajinan tasbih biasanya digunakan jemaah haji untuk oleh-oleh karena dibanding membeli di tanah suci Mekkah, tasbih perajin Indonesia tidak kalah kualitasnya. Dan paling penting harganya lebih murah.(DSY)

Order Tasbih Balung Tutul Meningkat di Musim Haji (Kokka Fukaha Kaukah koka Pukah Kauka Kok )


Market Review / Ekonomi - / Selasa, 19 Oktober 2010 09:58 WIB


Metrotvnews.com, Jember: Musim haji membawa berkah tersendiri bagi sejumlah perajin tasbih di Jember, Jawa Timur. Itu karena order tasbih meningkat hingga 100 persen. Pernik haji itu digunakan jemaah calon haji sebagai oleh-oleh untuk kerabat sesampainya di Tanah Air.

Menjelang musim haji, kesibukan tampak meningkat di sejumlah rumah industri kerajinan tasbih di Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, Jember. Maklum, order tasbih mulai meningkat sejak dua bulan terakhir hingga menjelang keberangkatan jemaah haji ke Mekkah. Tidak heran jika banyak perajin meminta karyawannya untuk bekerja lembur demi memenuhi order.

Order meningkat hingga 50 kodi setiap kali pengiriman, khususnya tasbih aneka warna. Tasbih dari Desa Balung Tutul memang banyak diminati karena lebih halus dibanding produksi daerah lain.

Tasbih dari desa itu melewati beberapa tahapan proses pembuatan, mulai dari pemotongan kayu untuk menentukan kualitas bulatan kecil sebuah tasbih hingga proses pengeringan warna. Alhasil warna tasbih tidak mudah pudar karena langsung menyerap pada kayu. Selain itu harganya pun relatif lebih murah antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu tergantung bentuk dan jenis kayu yang digunakan.

Selama ini kerajinan tasbih Balung Tutul memenuhi order dari toko dan distributor perlengkapan busana muslim di Surabaya, Semarang dan Jakarta. Pernik haji seperti kerajinan tasbih biasanya digunakan jemaah haji untuk oleh-oleh karena dibanding membeli di tanah suci Mekkah, tasbih perajin Indonesia tidak kalah kualitasnya. Dan paling penting harganya lebih murah.(DSY)