SELAMAT DATANG
Selamat datanf di lapak MAKRIFATBUSINESS untuk order bisa melalui marketipace Shopee Tokopedia Bukalapak Lazada dengan nama lapak makrifatbusiness atau order via WA 08123489038 email : imronpribadi1972@gmail.com

Cari Disini

Senin, 05 November 2012

KAYU BERTUAH : Dewandaru (Eugenia uniflora)


Dewandaru (Eugenia uniflora)

Salam "makrifat business" untuk kita semua, semoga kita selalu sukses dimana saja dan dalam nuansa apa saja. Kali ini kita akan sekilas kami ajak untuk memahami tentang kayu dewadaru yang sangat  melegendaris khususnya di tanah air sebagai kayu mistik yang fenomenal. Dinamakan kayu dewadaru karena  konon seseorang yang bernawa "Dewadaru" telah diperebutkan oleh Pandawa dan Kurawa,  karena ada kesimpulan "barang siapa yang menguasai dewadaru maka dia akan menguasai dunia. karena sang dewadaru telah diperebutkan, maka dirinya telah merubah menjadi pohon saja.


Pohon dewandaru dalam terminologi jawa dapat diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Kata dewandaru banyak dijumpai dalam kisah pewayangan maupun dalam khasanah bahasa Jawa Kuno maupun sansakerta. Karenanya tidak mengherankan jika kemudian pohon bernama dewandaru ini kemudian sarat dengan mitos.

Pohon dewandaru dikenal juga sebagai asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau cereme asam. Dalam bahasa Inggris pohon yang dipercaya mempunyai kekuatan magis ini disebut dengan Surinam Cherry, Brazilian Cherry, atau Cayenne Cherry. Sedangkan nama ilmiah tumbuhan ini adalah Eugenia uniflora L., yang mempunyai beberapa sinonim diantaranya Eugenia michelii Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica Willd.

Tumbuhan dewandaru tersebar di daerah Amerika Selatan seperti Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia, tumbuhan ini dapat ditemukan di beberapa tempat di pulau Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Salah satu daerah yang dikenal sebagai habitat dewandaru adalah kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya. 

Sejarah persebaran pohon dewandaru (Eugenia uniflora) hingga ke Indonesia belum diketahui secara pasti. Kecuali berbagai mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat. Mitos, Khasiat, dan Pemanfaatan. Terutama pada masyarakat jawa, keberadaan pohon dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari mitos soal asal-usulnya hingga berbagai khasiat magis sebagai kayu sakti dan bertuah. Karenanya, kayu dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk membuat aksesoris semisal tasbih, gelang, akik (batu cincin), dan kalung. Beberapa mitos terkait pohon dan kayu dewandaru diantaranya adalah: Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora) yang kerap dipercaya sebagai kayu sakti dan bertuah. Pohon dewandaru di tanam oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, setelah mendapatkannya dari Cina. Aroma kayu dewandaru sebagai sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.

Dipercaya memiliki khasiat sebagai pengasihan, menambah kharisma, dan pengusir gangguan gaib. Di balik khasiat mistis yang dipercayai oleh sebagian masyarakat, pohon dewandaru ternyata memiliki berbagai manfaat yang teruji secara klinis. Buah dewandaru selain mengandung air juga mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid.

Dengan berbagai kandungan yang dipunyainya, dewandaru (Eugenia uniflora) dapat dimanfaatkan sebagai peningkat kualitas astringent, mengurangi tekanan darah tinggi, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan.

Sepertinya kita tidak boleh terlalu terlena dengan berbagai khasiat mistis yang dipunyai pohon dewandaru (dan pohon ‘bertuah’ lainnya). Sebaliknya, berbagai keyakinan yang berkembang di masyarakat tersebut hendaknya memacu kita untuk mengeksplorasi kandungan dan khasiatnya secara klinis dan ilmiah. Bisa jadi, para pendahulu kita mencoba memberitahu kita tentang manfaat besar suatu spesies, faktor tingkat pemahaman dan pengetahuan lah yang kemudian merubah pesan tersebut menjadi serangkaian kisah mistis dan magic.

Diskripsi Pohon Dewandaru. Dewandaru (Eugenia uniflora) merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai 5 meter dan hidup menahun. Batang pohon dewandaru tegak, berkayu, berbentuk bulat dengan kulit kayu berwarna coklat.
Klasifikasi ilmiah
Klasifikasi Eugenia uniflora Lam. dalam sistematika tumbuhan adalah sebagai berikut :
Divisi       : Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas        : Dicotyledoneae
Bangsa     : Myrtales
Suku        : Myrtaceae
Marga      : Eugenia
Jenis         : Eugenia uniflora L.(Hutapea, 1994)
Morfologi tanaman

Pohon Dewandaru
Akar

Batang
Memiliki batang yang langsing/ramping, yang kadang-kadang tumbuh cabang-cabang yang bengkok. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 7 m. Batang dari tanaman ini banyak mengandung zat lignin (kayu). Batangnya kelihatan kering.

Daun
Daunnya memiliki aroma yang khas. Daunnya halus, lonjong dengan ujung runcing dan pangkal meruncing, mengkilap. Tepi daun rata, pertulangan menyirip yang  panjangnya ± 5 - 6cm, dan lebarnya sekitar 1,5-3 cm. Daun berwarna merah tua waktu tumbuhan masih muda, dan berubah menjadi warna hijau tua dan mengkilap saat tumbuhan dewasa, kemudian berubah menjadi warna merah lagi pada suhu yang sangat dingin pada saat musim dingin. Susunan daunnya saling menyilang. 

Pohon Dewandaru
terlihat batang pohon yang bercabang-cabang serta daunnya yang lonjong dengan ujung yang meruncing.


Bunga
Bunga tunggal dan berkelamin ganda dengan daun pelindung kecil berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik berwarna putih. Buahnya buni (bulat) dengan diameter sekitar 1,5 cm, berwarna merah. Bijinya kecil, keras, berwarna coklat. Kelopak bunga bertaju tiga sampai lima, benangsari yang dimiliki banyak dengan warna putih. Putik berbentuk slindris, mahkota bunga berbentuk kuku dan berwarna kuning. Memiliki tangkai bunga yang panjang, bunganya memberikan bau wangi.

Buahnya bergantung(seperti buah berry), bentuknya bulat elips, lebarnya sekitar 1-4 cm, warnanya berubah dari warna hijau menjadi warna orange pada proses pertumbuhannya, ketika sudah matang warnanya merah muda sampai merah tua, dan ketika sudah benar-benar matang warnanya menjadi ungu kehitaman, kulitnya tipis, daging buahnya berwarna merah kejinggaan dan mengandung banyak air, rasanya ada yang asam dan manis.

Buah Dewandaru
Biji
Didalam buahnya terdapat 1 biji besar atau 2-3 biji kecil yang masing-masing tersebar merata di dalam buah, biji-biji tersebut menempel pada daging buah yang dibantu oleh serat-serat tipis (Hutapea, 1994).Buah dan daun dewandaru (Eugenia uniflora) dari bentuk buahnya inilah pohon ini kerap disebut belimbing londo.

Referensi:
http://alamendah.org
http://monster-bego.blogspot.com
http://toiusd.multiply.com
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 Tanggapan:

Posting Komentar

Silahkan komentar disini jika mau oder, saran, kritik membangun, komplain, sumbang sich pemikiran dll, tapi mohon maaf pihak management Makrifat Business melakukan moderasi setiap komentar yang masuk

Item Reviewed: KAYU BERTUAH : Dewandaru (Eugenia uniflora) Rating: 5 Reviewed By: M Imron Pribadi